Alan: Kita Membutuhkan Tindakan Visioner

Bagikan
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Berlin, 13 September 2019–Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi keunggulan komparatif dalam ilmu pengetahuan, khususnya sains tentang keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, Indonesia perlu bertindak visioner untuk dapat mengembangkan dan mengelola pengetahuan ilmiah terkait sains biodiversitasnya bagi kesejahteraan bangsa secara berkelanjutan.

 

 

Demikian disampaikan oleh Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia Dr Alan F Koropitan saat menjadi salah satu panelis dalam acara “Roundtable Discussion: Southeast Asian Studies: Directions, Themes and Collaborations at EuroSEAS”, di Universitas Humboldt, Berlin, Jerman, Kamis, 12 September 2019.

Menurut Alan, topik the Science for Indonesian Biodiversity (SIB) yang disampaikannya tersebut sebenarnya bagian dari konsensus AIPI dan ALMI di bidang SIB. Konsensus tersebut telah dituangkan dalam buku SAINS45 yang diluncurkan pada tahun 2016 lalu, serta dilanjutkan dalam buku ‘Sains untuk Biodiversitas Indonesia’ yang diluncurkan pada 29 Agustus 2019.

“Selain itu, saya juga menyampaikan, mengenai sains transdisipliner, pengumpulan, dan pengelolaan pengetahuan asli, mungkin memainkan peran penting dalam bioprospeksi,” ujarnya.

Namun, di sisi lain, dia juga mengingatkan, Indonesiamasih menghadapi masalah besar dalam melindungi keanekaragaman hayati, terutama kerusakan ekosistem, polusi, dan perubahan iklim.

 

 

Hal pokok lain yang disampaikannya dalam acara tersebut adalah mengenai ekonomi sirkuler, yang juga merupakan bagian penting untuk terkait pemanfaatan biodiversitas bagi kesejahteraan bangsa. Oleh karenanya, kata Alan, pemerintah perlu mengarusutamakan SIB dalam menentukan kebijakan strategis.

Hal terakhir yang disampaikan Alan adalah rekomendasi, yaitu: konservasi dan pemberdayaan ekonomi melalui ekowisata; dan bioprospeksi untuk makanan, obat-obatan, dan energi berkelanjutan di masa depan.

“Saya juga menegaskan bahwa kita membutuhkan tindakan visioner. Kita bisa mengembangkan eksplorasi laut dalam di halaman kita sendiri,” tegas dia.

 

Penulis:

 

Mohamad Burhanudin

(Communication Coordinator ALMI)

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Skip to content