Peran Akademi Ilmuwan Muda Dunia untuk Memajukan dan Membumikan Sains pada Masa dan Pasca Pandemi Covid-19

Bagikan
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Foto: Tangkapan layar pertemuan akademi ilmuwan muda dunia (Kamis, 30/9)

Jakarta, 1 Oktober 2021 — Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) merupakan wadah bagi ilmuwan muda terkemuka Indonesia. ALMI didirikan untuk mendorong peran ilmuwan muda dalam memajukan ilmu pengetahuan dan budaya ilmiah unggul di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan daya saing bangsa. Salah satu misi yang ALMI lakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah menjadi bagian dari gerakan akademi ilmuwan muda dunia dalam menjawab tantangan global.

Sejalan dengan misi tersebut, Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Dr. Sri Fatmawati, yang juga merupakan anggota Global Young Academy (GYA) beserta Sekretaris Jenderal ALMI, Dr. Hawis Madduppa hadir sebagai representasi ilmuwan muda Indonesia pada pertemuan akademi ilmuwan muda dunia, pada Kamis, 30 September 2021. Pada pertemuan yang mengundang lebih dari 50 akademi ilmuwan muda di seluruh dunia tersebut, para ilmuwan muda berdiskusi tentang keberhasilan dan tantangan yang mereka hadapi sebagai ilmuwan muda di negara asal mereka. Lebih lanjut, para ilmuwan muda dunia juga membahas mekanisme seleksi anggota baru untuk memastikan regenerasi akademi ilmuwan muda yang berkualitas, interdisiplin, dan inklusif.

Dalam pertemuan virtual tersebut, Dr. Sri Fatmawati berkesempatan untuk memandu jalannya diskusi yang membahas peran akademi ilmuwan muda untuk memajukan sains dan membumikan sains terutama pada masa dan pasca pandemi Covid-19. Pada kesempatan itu, sebagai representatif Indonesia, ia juga mengangkat pesan pentingnya dokumen hidup dalam menginspirasi ALMI melakukan berbagai hal untuk mewujudkan misi memajukan sains dan memperkuat budaya ilmiah unggul pada masyarakat, mendorong kebijakan berbasis sains, dan berkontribusi menjawab tantangan global.

 “Living document, buku SAINS45 yang berisi 45 pertanyaan untuk menyongsong Indonesia maju pada tahun 2045, yang ditulis oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan 13 anggota perdana ALMI, sangat menginspirasi kami untuk berkontribusi sesuai keempat misi ALMI”, ucap Dr. Sri Fatmawati.

Salah satu pesan kunci dari diskusi tersebut adalah pentingnya memperkuat kolaborasi antar akademi ilmuwan muda, juga dengan pembuat kebijakan, untuk memastikan terwujudnya kebijakan yang berbasis sains interdisiplin dan inklusif, terutama untuk kehidupan pasca pandemi Covid-19. Pentingnya kolaborasi antar akademi ilmuwan muda di tingkat regional dan dunia juga menjadi catatan dalam diskusi. Untuk itu, Dr. Sri Fatmawati berharap ke depannya Indonesia tidak hanya berpartisipasi, namun menjadi tuan rumah berkumpulnya ilmuwan muda dunia.

Tentang Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI):

Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) merupakan wadah bagi ilmuwan muda terkemuka Indonesia. ALMI didirikan untuk mendorong peran ilmuwan muda dalam memajukan ilmu pengetahuan dan budaya ilmiah unggul di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan daya saing bangsa.

Tentang Global Young Academy (GYA):

Global Young Academy (GYA) memberikan suara kepada para ilmuwan muda di seluruh dunia. Untuk mewujudkan visi, GYA mengembangkan, menghubungkan, dan memobilisasi talenta muda dari enam benua. Selain itu, GYA memberdayakan peneliti muda untuk memimpin dialog internasional, interdisipliner, dan antargenerasi dengan tujuan membuat pengambilan keputusan global berbasis bukti dan inklusif.

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Skip to content