ID | EN
Tanggal Jawaban

07-04-2021

Nama Penanya

Putri

Subjek Pertanyaan

karya atau terobosan yang layak mendapat Nobel

Pertanyaan

Saya sangat tertarik dengan temuan yang kemudian mendapat penghargaan Nobel. Saya kemudian jadi penasaran, bagaimana cara untuk menciptakan karya atau terobosan yang layak mendapat Nobel?

Terima kasih

Jawaban

Tentu tidak ada resep yang bisa menjanjikan Nobel atau karya sekelas Nobel dengan jaminan penuh. Namun kita bisa melihat apa yang dilakukan para penerima dan belajar dari situ. Misalnya dengan memiliki pola pikir tertentu dan menggali topik-topik yang layak mendapatkan Nobel.

Pola pikir yang dapat ditanamkan yaitu:

  • Questioning over too much learning
    Sebaiknya tidak terjebak untuk mencoba menguasai pengetahuan yang terlalu luas, namun kurang/tidak menanyakan atau mencari apa yang belum diketahui. Sains berkembang dengan membuat pertanyaan dan menemukan jawabannya pertama kali.
  • Skills over knowledge
    Untuk bisa menjawab pertama kali, lebih penting memiliki kemampuan melakukan penelitian alih-alih mengetahui terlalu banyak hal.

Contoh topik-topik yang layak Nobel di bidang Fisika adalah Neutrino, Dark Matter, dan Dark Energy.

  1. Neutrino
    Neutrino diketahui secara eksperimen/empiris memiliki massa (berat), namun tidak ada teori mapan (sudah teruji eksperimen) yang dapat menjelaskan mengapa neutrino bermassa. Massa neutrino juga belum dapat diukur langsung. Saat ini yang dapat diukur adalah selisih dari kuadrat massa.
  2. Dark Matter
    Kurva kecepatan rotasi galaksi menunjukkan adanya materi yang tidak berinteraksi dengan gelombang elektromagnetik. Yang diketahui hanya materi ini ada, dan memiliki massa. Belum ada teori mapan yang menjelaskan, dan belum ada eksperimen yang dapat mendeteksi dark matter.
  3. Dark Energy
    Lebih misterius dari dark matter adalah dark energy, yaitu energi yang terkandung dalam ruang vakum dan fluktuasi pada skala kuantum. Efeknya terdeteksi, namun sama seperti dark matter, belum ada teori mapan dan tidak ada eksperimen yang mendeteksi langsung.
Dijawab Oleh

Dr. Suharyo Sumowidagdo, Ilmuwan Fisika di Pusat Penelitian Fisika, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), anggota ALMI.

Skip to content